lovequotesrus:

Photo Courtesy: ohh-laurenconrad

lovequotesrus:

Photo Courtesy: ohh-laurenconrad

even you are open to the world, the world wouldn’t care to you. they would say, “who are you, why i even care bout your pointless drama?”

keep only to yourself, please.

sudah terlambat.

tolong jangan membuat aku merasakan seperti itu..

am i over thinking or we are actually getting further?

kamu persis seperti dulu, menjauh, ga cerita, dan bersikap biasa saja. keinginan udah aku sampaikan, ga suka dengan kamu yang seperti ini, kalau ada apa-apa bisa kan bilang saja. kamu bosan? udah engga sayang? ada unek-unek lain? ada sifat aku yang ga kamu suka?

BILANG!

jangan ngebuat aku bertanya-tanya ada apa sama kamu. apa yang ngebuat kamu tambah tertutup sama aku.

apa kamu engga nyaman sama aku jadi engga mau cerita? aku bukan tempat yang baik untuk bercerita?

somehow, aku jadi suka buka plurk kamu yang dulu. mengingat, kamu dulu pernah seterbuka itu ke dunia, ke teman-teman kamu, ke aku.

yang mana yang harus aku percaya? omongan kamu kalau kamu engga kenapa-kenapa atau sikap kamu yang mulai engga antusias dan engga keliatan bener kangen ke aku?

aku sungguh pengen percaya kata-kata kamu, ay. tapi perilaku kamu berkata lain, saat kamu bilang kangen tapi engga ada usaha lebih untuk memulai percakapan duluan atau engga cepat balas messenger dari aku. aku kangen, pengen tau cerita kamu dihari itu karena aku engga bisa ngeliat langsung, pengen tau apa yang kamu fikirin bisa jadi terfikir hal yang lucu. aku kangen dibutuhkan sama kamu.

wait, apa kamu bener butuh sama aku? aku juga pengen percaya kata-kata kamu kalau kamu bener butuh, tapi perilaku kamu berkata sebaliknya.

tolong, sudahi saja bila memang rasa itu sudah tidak seperti dulu lagi. kamu juga sepertinya tidak ingin mempertahankan, membiarkan aku menggantung sendiri. aku udah pernah bilang ke kamu kan ya? kalau ada apa-apa bilang aja, tapi kamu cuma jawab iya dan perilakumu berkata sebaliknya.

ayang, yang mana yang bisa aku percayai?

aku harus gimana?

kamu mau mempertahankan atau engga?

BUKTIKAN please

am i too demanding?

Just tell me if i must not love you this much. Or else, you can tell me if i have to stop this feeling for you, in explicite way please.

Hal yang masih susa buat dilakuin itu belajar tuk bisa ngerelain kamu pergi ay. Karena aku uda terbiasa ada kamu. Dan kamu uda ada direncana masa depanku dari lama.
Mungkin benar, aku tidak boleh terlalu menyayangimu.
Aku juga pengen belajar menyayangi seseorang dengan tulus. Tetap bisa menyayangi orang tersebut tanpa diberi balasan yang sama, tidak mengharap orang tersebut porsi sayangnya sama seperti kita, tidak mengharap orang tersebut akan bisa sangat menyayangi kita padahal kita sangat menyayanginya.

Ini yg ak takutin. Ketika lama engga ketemu dan kamu jadi asik dengan kegiatanmu saja, lalu aku perlahan dilupakan. Dengan alasan kamu capai, sehingga tak bisa bertemu.
Ay, apa aku pernah jadi salah satu rencana yang mau kamu realisasikan dimasa depan?
Atau kamu uda merasa secure karena aku yang menunjukkannya terlalu berlebihan?
Saat meregangkan hubungan ini pun, sepertinya kamu tidak mau menegangkan tali ini. Yasudah, itu yang aku lihat. Seperti pasrah tidak ada effort.
Sekali lagi aku berfikir, yang mana yang benar antara mempertahankan atau disudahi saja?
Ya, aku mungkin engga akan bisa tanpa kamu. Setiap ada suatu hal saja inginnya bercerita dan berbagi denganmu. Tapi, apakah aku hanya menjadi seseorang yang dekat denganmu secara emosional saja ya?
Aku menganggapmu sebagai partner dan orang yang tidak dapat tergantikan. Aku selalu butuh kamu tapi apa pernah kamu butuh aku?

Pengen bilang ini secara langsung tapi takut, takut kalau ternyata faktanya benar bahwa memang dia ingin menyudahi, ternyata dia tidak butuh, dan tidak pernah terfikirkan aku ada direncana masa depannya.

Tapi, dengan aku tulis disinipun dia sudah tidak ada waktu untuk memusingkan hal seperti ini. Dulu, dia seakan masih memperdulikanku. Dia bilang sering memperhatikan aku dari dunia maya maupun langsung. Tapi apakah setelah sekarang balik lagi terus lantas dia cuek lagi dan mengatakan bahwa kamu memang seperti itu. Nyatanya aku pernah merasakan kamu yang antusias untuk bertemu denganku, antusias berbagi cerita denganku, takut kehilangan aku, dan sangat ingin bisa meliat aku tersenyum.
Sekarang udah engga lagi ya? Salah aku apa ayang? Apakah terlalu menyayangi mu adalah kesalahan terbesarku?

Mesti ky gimana? :’(

Do what you like, and i wish i can always understand you.

Waktu itu perna baca di tumblr-nya zarry klogasala, ada yg perna nanya sama dia tentang bagaimana bisa tau kalau cowo bener serius sama kita.
Jawabannya: “kalau dia bener serius, kamu ga bakal sampai bertanya-tanya seperti itu”

If he’s serious with you, he’ll prove, he’ll show, he’ll show to them, to his and your friends, he won’t make you sad, he won’t make you feel alone, he won’t make you feel being second, he’ll definitely treat you well.

He of course will do things just to make his girl happy, to make his girl feel that he is serious.

If a man loves you, he’ll more active, he’ll tell you he wants to meet you maybe everyday maybe as many as he can, he’ll talk to you first cause he feel comfortable with you, he’ll always want to share stories with you even the stupid one.. He will just to make you feel special.

Sejujurnya ragu akan keberhasilan LDR sama dia. Wong ga LDR aja dia ga perna nunjukin ‘seneng’nya ada gw ato ‘kangen’nya ga ketemu gw. Terus, mesti gw melulu gitu yg nunjukin, yg ngungkapin, yg ngerasain. Cuma sepihak doang dong. Terus apa artinya berdua?

Rasarasanya pengen bilang ke dia, “apa kamu bisa jadi orang yang aku andalkan?”. Bukan jawaban yg gw minta, cukup ngebuat dia mikir aja, beneran dia serius sm gw?